Tentang Kami
Mengenal lebih dekat Yayasan Tashfia dan perjalanan kami dalam mendidik generasi muslimah terbaik.
Yayasan Tashfia
Badan Penyelenggara Pesantren Tashfia adalah Yayasan Islam Salsabila. Yayasan tersebut didirikan pada Tahun 2001. Dengan diterbitkannya Undang-Undang Yayasan, pada Tahun 2006 Yayasan Islam Salsabila mengubah namanya menjadi Yayasan Tashfia. Perubahan nama ini karena undang-undang tidak memperkenankan adanya nama yayasan yang sama di seluruh wilayah Indonesia.
H. Syarmana
Ir. Herry Rechnaidi
Ir. Kezaldo Firdaus
Ir. Herry Rechnaidi
Ir. Kezaldo Firdaus
Visi
Sekolah yang menghasilkan Muslimah yang ‘Abidah, ‘Afifah, Cinta Ilmu dan Terampil.
Misi
- 1Melakukan penelitian dan pengembangan model pendidikan integral yang efektif dan unggul, meliputi penelitian dan pengembangan kurikulum, metode dan managemen pendidikan.
- 2Melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi pimpinan, guru dan staff sekolah.
- 3Mengembangkan pendekatan partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan stakeholder dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan.
- 4Melakukan komunikasi dan kerjasama dengan orangtua, masyarakat, instansi terkait, sekolah sejenis dan lembaga penelitian pengembangan pendidikan untuk meningkatkan kualitas.
- 5Menyelenggarakan system sekolah berasrama (boarding) untuk intensifikasi proses pendidikan dan penanaman nilai Islam.
- 6Memfokuskan seluruh sumberdaya dan proses pendidikan kepada perwujudan tujuan hakiki pendidikan Islam.
- 7Mendisain dan menetapkan system dan manhaj pendidikan tersendiri yang lebih berorientasi kepada system dan manhaj pendidikan Islam dengan berinterelasi secara taktis terhadap Sistem Pendidikan Nasional (SPN).
- 8Penyelenggaraan bersifat inklusif berbasis kaidah-kaidah Islam.
- 9Menyelenggarakan pembelajaran ekstrakurikuler secara efektif sesuai minat dan bakat sehingga setiap peserta didik tergali potensinya secara optimal.
- 10Menerapkan prinsip taat prioritas ilmu yang bermanfaat bagi keselamatan hidup di akherat (Aqidah, Akhlaq, ibadah, dll).
- 11Menerapkan system pembelajaran dengan metode yang efektif sehingga peserta didik dapat menguasai materi (mastery learning).
- 12Menerapkan system pembelajaran yang berbuah amal, tidak sekadar ilmu pengetahuan.
- 13Menerapkan life skill education sebagai bekal pengembangan diri.
- 14Menumbuhkan sikap peduli di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
- 15Menerapkan pembiasaan dan pelatihan intensif dalam rangka pembentukan karakter dan kesadaran akan kebutuhan beribadah.
- 16Mengembangkan Program yang mendorong terwujudnya budaya literasi dan menyediakan sarana dan prasarana penunjang yang memadai.
